Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri - Nutrisi Kesehatan Wanita
Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri - Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan antara suami dan istri harus berjalan beriringan penuh kebersamaan, pengertian, dan pengorbanan. Salah satu hal yang paling sensitif dalam keluarga adalah masalah keuangan, untuk itulah setiap suami atau istri harus sama-sama saling memahami dan pengertian. Untuk suami memiliki tanggungjawab untuk memenuhi keuangan keluarga dan untuk istri bukan hanya sekedar menerima uang dan membelanjakannya, namun bisa mengatur keuangan keluarga dengan baik berapa pun hasil yang diterima dari suami.

Namun pada kenyataannya tidak semua istri atau seorang wanita bisa mengatur keuangan keluarga. Banyak faktor yang membuat istri bisa bersifat boros dan selalu merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Perlu diingat, keuangan keluarga hampir sepenuhnya dipegang atau diatur oleh seorang istri dan mau tidak mau suami memang harus memberikan hak tersebut untuk istrinya.

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri
Meskipun diberikan hak penuh dalam mengatur keuangan keluarga, seorang istri harus tetap bisa mengatur keuangan tersebut dan suami tetap mengawasi pengeluaran yang terjadinya dalam keluarga dengan adanya keterbukaan dari istri saat menggunakan uang. Dengan begitu, segala pengeluaran dan pemasukan akan selalu terkontrol bersama-sama.

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri
Bolehkah suami menyimpan sebagian kecil dari penghasilannya? Boleh-boleh saja asalkan dengan tujuan sebagai persediaan sehari-hari. Misalkan sebagai contoh saja, gaji suami Rp 10 juta, suami boleh mengambilnya Rp 200 - 500 ribu, tentu juga harus sepengetahuan istri dengan penjelasan yang sama-sama diterima oleh kedua belah pihak. Begitu juga dengan istri, saat menerima uang pemberian suami, sisihkan uang tersebut untuk kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sendiri, dan tabungan. Kebutuhan rumah tangga mencakup kebutuhan pendidikan anak dan sehari-hari. Dan pastikan setiap pengeluaran yang dilakukan oleh suami dan istri sama-sama mengetahui.

Namun terkadang kenyataan tidak seperti yang telah dijelaskan diatas, dalam mengatur keuangan keluarga atau rumah tangga, baik suami atau pun istri sama-sama kurang peduli dengan menejemen atau mengelola keuangan rumah tangga sehingga selalu ada masalah yang selalu dihadapi. Jika keadaan ini selalu terjadi, maka ujung-ujungnya bisa mengarah keperceraian dengan alasan tidak terpenuhinya kebutuhan keluarga dan kurangnya mengelola keuangan karena adanya sifat boros diantara keduanya.

Lantas bagaimana mengatur keuangan keluarga yang baik? Sebagai seorang istri setidaknya mengetahui bagaimana cara mengatur masalah keuangan dalam rumah tangga yang dijalaninya. Berikut beberapa solusi dalam mengatasi masalah keuangan:

Menyusun Anggaran
Jika sang istri sudah terbiasa dalam menyusun anggaran jangka pendek dan jangka panjang dengan baik dan benar, maka tidak perlu khawatir keuangan keluarga akan terganggu. Beberapa anggaran yang penting untuk disusun atau ditetapkan misalnya anggaran belanja. Belanja disini bukan hanya sekedar belanja kebutuhan sehari-hari seperti lauk pauk atau kebutuhn pokok tapi lebih ditekankan pada semua pengeluaran termasuk biaya pendidikan anak.

Memilah Anggaran Seusai Kebutuhan
Sudah punya ponsel Samsung S7 masih mau ganti Samsung S9, apakah itu perlu? Tentu saja tidak bahkan sebagai seorang istri, ponsel Oppo F1s lebih dari cukup memenuhi kebutuhan komunikasi atau berselancar di internet. Tidak perlu mengikuti tren ponsel terbaru yang selalu keluar, cukup 1 ponsel saja dan tidak ada anggaran untuk kebutuhan penggantian ponsel. Begitu juga dengan kebutuhan lainnya.Pilah dan pilih anggaran yang memang benar-benar dibutuhkan, jangan pernah mengada-ada anggaran yang tidak diperlukan.

Mencatat Pengeluaran Sehari-hari
Penting dilakukan agar kedepannya lebih mudah mengetahui pengeluaran yang dilakukan untuk kebutuhan yang sama. Dengan mencatat semua pengeluaran, maka akan diketahui juga biaya yang dibutuhkan kedepannya.

Menyiapkan Dana Untuk Tabungan & Investasi
Untuk melakukan investasi mungkin membutuhkan dana yang lebih besar, solusinya adalah dengan menabung. Sisihkan sebagian uang pemberian suami untuk ditabung. Menabung memiliki manfaat yang sangat besar untuk masa depan.

Jika kamu memiliki uang berlebih bisa juga melakukan investasi dengan membuka usaha seperti catering atau membeli tanah untuk perumahan.

Perlukah Berutang?
Sebelum memutuskan untuk berutang, pikirkan dulu jangka panjangnya, jangan jangka pendek. Jika kamu berpikiran jangka pendek dalam berutang maka dalam mengelola keuangan keluarga akan terganggu. Jika kamu berpikiran jangka panjang maka kamu akan berpikir untuk menyisihkan angsuran tiap bulan, dan ini tentunya membutuhkan dana tambahan. Kebanyakan yang terjadi di masyarakat jika mempunyai utang akan menjadi masalah dalam keluarga. Apalagi jika ada tanggungan lain yang belum terselesaikan.

Memang tidak mudah dalam mengatur keuangan keluarga, butuh kesabaran dan proses yang harus sama-sama dilakukan oleh semua komponen keluarga, suami, istri dan anak-anak harus sama-sama memberikan solusi dalam masalah keuangan keluarga. Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi bagi keluarga kamu. Terimakasih.

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri

Info Rekomendasi

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri - Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan antara suami dan istri harus berjalan beriringan penuh kebersamaan, pengertian, dan pengorbanan. Salah satu hal yang paling sensitif dalam keluarga adalah masalah keuangan, untuk itulah setiap suami atau istri harus sama-sama saling memahami dan pengertian. Untuk suami memiliki tanggungjawab untuk memenuhi keuangan keluarga dan untuk istri bukan hanya sekedar menerima uang dan membelanjakannya, namun bisa mengatur keuangan keluarga dengan baik berapa pun hasil yang diterima dari suami.

Namun pada kenyataannya tidak semua istri atau seorang wanita bisa mengatur keuangan keluarga. Banyak faktor yang membuat istri bisa bersifat boros dan selalu merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Perlu diingat, keuangan keluarga hampir sepenuhnya dipegang atau diatur oleh seorang istri dan mau tidak mau suami memang harus memberikan hak tersebut untuk istrinya.

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri
Meskipun diberikan hak penuh dalam mengatur keuangan keluarga, seorang istri harus tetap bisa mengatur keuangan tersebut dan suami tetap mengawasi pengeluaran yang terjadinya dalam keluarga dengan adanya keterbukaan dari istri saat menggunakan uang. Dengan begitu, segala pengeluaran dan pemasukan akan selalu terkontrol bersama-sama.

Mengatur Keuangan Keluarga Dari Sang Istri
Bolehkah suami menyimpan sebagian kecil dari penghasilannya? Boleh-boleh saja asalkan dengan tujuan sebagai persediaan sehari-hari. Misalkan sebagai contoh saja, gaji suami Rp 10 juta, suami boleh mengambilnya Rp 200 - 500 ribu, tentu juga harus sepengetahuan istri dengan penjelasan yang sama-sama diterima oleh kedua belah pihak. Begitu juga dengan istri, saat menerima uang pemberian suami, sisihkan uang tersebut untuk kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sendiri, dan tabungan. Kebutuhan rumah tangga mencakup kebutuhan pendidikan anak dan sehari-hari. Dan pastikan setiap pengeluaran yang dilakukan oleh suami dan istri sama-sama mengetahui.

Namun terkadang kenyataan tidak seperti yang telah dijelaskan diatas, dalam mengatur keuangan keluarga atau rumah tangga, baik suami atau pun istri sama-sama kurang peduli dengan menejemen atau mengelola keuangan rumah tangga sehingga selalu ada masalah yang selalu dihadapi. Jika keadaan ini selalu terjadi, maka ujung-ujungnya bisa mengarah keperceraian dengan alasan tidak terpenuhinya kebutuhan keluarga dan kurangnya mengelola keuangan karena adanya sifat boros diantara keduanya.

Lantas bagaimana mengatur keuangan keluarga yang baik? Sebagai seorang istri setidaknya mengetahui bagaimana cara mengatur masalah keuangan dalam rumah tangga yang dijalaninya. Berikut beberapa solusi dalam mengatasi masalah keuangan:

Menyusun Anggaran
Jika sang istri sudah terbiasa dalam menyusun anggaran jangka pendek dan jangka panjang dengan baik dan benar, maka tidak perlu khawatir keuangan keluarga akan terganggu. Beberapa anggaran yang penting untuk disusun atau ditetapkan misalnya anggaran belanja. Belanja disini bukan hanya sekedar belanja kebutuhan sehari-hari seperti lauk pauk atau kebutuhn pokok tapi lebih ditekankan pada semua pengeluaran termasuk biaya pendidikan anak.

Memilah Anggaran Seusai Kebutuhan
Sudah punya ponsel Samsung S7 masih mau ganti Samsung S9, apakah itu perlu? Tentu saja tidak bahkan sebagai seorang istri, ponsel Oppo F1s lebih dari cukup memenuhi kebutuhan komunikasi atau berselancar di internet. Tidak perlu mengikuti tren ponsel terbaru yang selalu keluar, cukup 1 ponsel saja dan tidak ada anggaran untuk kebutuhan penggantian ponsel. Begitu juga dengan kebutuhan lainnya.Pilah dan pilih anggaran yang memang benar-benar dibutuhkan, jangan pernah mengada-ada anggaran yang tidak diperlukan.

Mencatat Pengeluaran Sehari-hari
Penting dilakukan agar kedepannya lebih mudah mengetahui pengeluaran yang dilakukan untuk kebutuhan yang sama. Dengan mencatat semua pengeluaran, maka akan diketahui juga biaya yang dibutuhkan kedepannya.

Menyiapkan Dana Untuk Tabungan & Investasi
Untuk melakukan investasi mungkin membutuhkan dana yang lebih besar, solusinya adalah dengan menabung. Sisihkan sebagian uang pemberian suami untuk ditabung. Menabung memiliki manfaat yang sangat besar untuk masa depan.

Jika kamu memiliki uang berlebih bisa juga melakukan investasi dengan membuka usaha seperti catering atau membeli tanah untuk perumahan.

Perlukah Berutang?
Sebelum memutuskan untuk berutang, pikirkan dulu jangka panjangnya, jangan jangka pendek. Jika kamu berpikiran jangka pendek dalam berutang maka dalam mengelola keuangan keluarga akan terganggu. Jika kamu berpikiran jangka panjang maka kamu akan berpikir untuk menyisihkan angsuran tiap bulan, dan ini tentunya membutuhkan dana tambahan. Kebanyakan yang terjadi di masyarakat jika mempunyai utang akan menjadi masalah dalam keluarga. Apalagi jika ada tanggungan lain yang belum terselesaikan.

Memang tidak mudah dalam mengatur keuangan keluarga, butuh kesabaran dan proses yang harus sama-sama dilakukan oleh semua komponen keluarga, suami, istri dan anak-anak harus sama-sama memberikan solusi dalam masalah keuangan keluarga. Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi bagi keluarga kamu. Terimakasih.

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo