Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah - Nutrisi Kesehatan Wanita
Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah - Siapa yang tidak ingin kaya, banyak uang dan banyak harta? Tentunya semua orang menginginkannya. Ketika memilikinya semua, dengan uang kita bisa melakukan segala hal. Membeli segala kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak, dan segalanya, bahkan dapat memberikan bantuan kepada orang lain. Semakin banyak uang dan harta yang kita miliki, semakin ada tantangan buat kita dalam mengatur keuangan, mengatur kebutuhan rumah tangga, mengatur segala kebutuhan anak, mengatur hal-hal yang kecil bahkan sampai yang tidak terduga sebelumnya.

Mengatur keuangan dan harta benda yang kita miliki dengan baik juga bukanlah perkara mudah, jika kita bisa mengaturnya dengan baik maka kekayaan yang kita miliki akan bertahan lama, begitu juga sebaliknya, jika tidak ada kontrol atau manejemen dalam keuangan rumah tangga, maka semuanya bisa amburadul. Seberapa banyak pun uang dan harta benda yang kita miliki akan mudah habis dan itu bisa membuat kehidupan rumah tangga kita tidak sehat. Namun bagaimanapun jika kita kaya, mungkin segala sesuatunya sangat mudah dilakukan namun bagaimana jika kita tidak kaya?

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah
Apa saja yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan rumah tangga kita jika kita berada dalam keadaan serba terbatas atau tidak kaya?

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah
Banyak cara yang harus dilakukan jika kita menginginkan keuangan rumah tangga tetap berjalan dengan baik, tetap terpenuhinya segala kebutuhan rumah tangga meskipun kita tidak kaya raya, meskipun penghasilan yang kita dapatkan selalu minim. Bahkan dengan keuangan yang minim, kita bisa menjadi kaya dengan mudah dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tidak perlu dilakukan dalam menggunakan uang kita.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus dihindari dalam mengatur keuangan agar bisa cepat kaya atau paling tidak dapat menjaga stabilitas keuangan rumah tangga sekalipun dalam keadaan yang tidak memungkinkan atau bisa membantu kita untuk jangka panjang:

1. Berutang
Berutang bagi saya adalah menjadi momok yang sangat menakutkan, apapun alasannya sebisa-mungkin hindari utang piutang. Karena dengan berutang akan ada uang bahkan harta benda kita yang akan menjadi korban. Ketika kita berutang, maka setiap bulannya atau setiap periode tertentu keuangan kita akan terganggu karena adanya cicilan atau angsuran yang harus kita bayar setiap bulannya.Dan itu akan membuat salah satu kebutuhan rumah tangga terpangkas atau dikurangi karena masalah utang.

Namun berutang bisa menjadi berguna jika ada hal-hal yang bisa menutupi pembayaran utang tersebut tiap bulannya. Misalnya kita berutang atau pinjam uang ke bank untuk modal usaha membuka toko sembako, membuka bengkel sparepart atau variasi motor, membuka usaha kuliner atau cathering dan sebagainya yang sekiranya ada penghasilan lebih yang didapatkan dari usaha tersebut. Jangan berutang jika hanya membuka usaha yang prospek kedepannya kurang diminati oleh orang, misalnya membuka usaha playstation atau warnet, karena kedua usaha ini untuk zaman sekarang sudah kurang diminati karena sudah ada ponsel-ponsel pintar dengan berbagai permainan yang bisa dimainkan melalui ponsel tersebut.

2. Tidak Menabungan
Menabung bukan hanya sekedar untuk kebutuhan dimasa yang akan datang, tapi lebih menghargai hasil kerja yang kita lakukan selama ini. Sebagian dari orang-orang kaya yang kita lihat setiap hari dengan mengenakan baju yang rapi dan bermobil, mereka terbiasa dalam menyisihkan uang-uang mereka untuk di tabung atau disimpan, mereka sadar bahwa kebutuhan yang akan datang pasti lebih banyak jika dibandingkan hari ini dan mereka juga mampu menahan diri untuk tidak menggunakan uang tabungan atau uang simpanan yang mereka simpan karena sudah ada komitmen dari uang tabungan tersebut. Jadi, mulai dari sekarang cobalah untuk menabung, jika tidak bisa menabung di bank, menabunglah di rumah.

3. Membeli Tanpa Pertimbangan
Saat kita sedang belanja, terkadang kita sering lupa dengan kebutuhan utama kita. Bahkan apa yang akan kita beli dan sudah direncakan dari rumah menjadi gagal karena adanya produk-produk lain yang lebih menarik. Apalagi ada diskon besar. Pertimbangkan terlebih dulu, apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak. Jika memang kebutuhan utama bisa digantikan dengan produk yang lain, silahkan beli, jika tidak, belajar untuk menahan diri dalam membeli produk-produk yang tidak butuhkan.

4. Sering Membeli Makan Di Luar
Sebagai seorang istri, masaklah buat suamimu dan makan bersama sebelum suami berangkat kerja dan sertakan bekal makanan buatnya. Jika kamu seorang wanita karir, masaklah buat diri sendiri dan bawalah bekal makanan dari rumah. Hal ini dilakukan bukan masalah kamu memiliki banyak uang atau tidak ada waktu untuk melakukannya namun lebih pada untuk mengatur keuangan keluarga agar tetap bisa berhemat. Dengan tidak membeli makanan diluar, baik itu saat bekerja atau ada dirumah akan membuat keuangan keluarga jadi lebih hemat, makan diluar membutuhkan dana yang lebih banyak jika dibandingkan dengan memasak sendiri.

5. Malas Mencatat Pengeluaran
Hal ini sangat penting dilakukan untuk membantu meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, mencatat pengeluaran dapat membantu menghindari kehabisan uang sebelum akhir bulan. Mencatat pengeluaran dapat mengontrol keuangan kita. Just do it!

6. Tidak Memiliki Dana Darurat
Ini berbeda dengan menabung ya, meskipun konsepnya sama yaitu sama-sama sebagai uang cadangan atau uang untuk kebutuhan yang akan datang. Namun dana darurat lebih ditekankan untuk jangka pendek. Misalkan gaji kamu Rp 5 juta perbulan, Rp 2 juta untuk kebutuhan rumah tangga, Rp 1 juta untuk tabungan, Rp 500 ribu untuk kebutuhan sehari-hari dan Rp 500 ribu sebagai uang cadangan yang disimpan terpisah didalam dompet atau lemari. Jadi jika ada kebutuhan mendadak, kamu bisa menggunakan uang cadangan tersebut.

7. Tidak Mempunyai Rencana Keuangan yang Matang
Merencanakan keuangan secara matang dan baik dan membantu mencapai apa yang kita inginkan. Misalkan ingin membeli mobil dalam 2 tahuan kedepan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kita dengan mudah menghitung atau mengumpulkan dana yang dibutuhkan setiap bulannya. Tidak hanya itu dengan mempunyai perencanaan yang tepat bisa membantu kita lebih disiplin dalam menggunakan uang.

Itulah beberapa poin dalam mengatur keuangan keluarga atau rumah tangga, meski tujuan utama bukan cepat kaya, setidaknya ada kontrol yang tetap yang bisa dilakukan agar kita tidak bingung saat kita membutuhkan uang dimasa yang akan datang. Semoga bermanfaat.

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah

Info Rekomendasi

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah - Siapa yang tidak ingin kaya, banyak uang dan banyak harta? Tentunya semua orang menginginkannya. Ketika memilikinya semua, dengan uang kita bisa melakukan segala hal. Membeli segala kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak, dan segalanya, bahkan dapat memberikan bantuan kepada orang lain. Semakin banyak uang dan harta yang kita miliki, semakin ada tantangan buat kita dalam mengatur keuangan, mengatur kebutuhan rumah tangga, mengatur segala kebutuhan anak, mengatur hal-hal yang kecil bahkan sampai yang tidak terduga sebelumnya.

Mengatur keuangan dan harta benda yang kita miliki dengan baik juga bukanlah perkara mudah, jika kita bisa mengaturnya dengan baik maka kekayaan yang kita miliki akan bertahan lama, begitu juga sebaliknya, jika tidak ada kontrol atau manejemen dalam keuangan rumah tangga, maka semuanya bisa amburadul. Seberapa banyak pun uang dan harta benda yang kita miliki akan mudah habis dan itu bisa membuat kehidupan rumah tangga kita tidak sehat. Namun bagaimanapun jika kita kaya, mungkin segala sesuatunya sangat mudah dilakukan namun bagaimana jika kita tidak kaya?

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah
Apa saja yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan rumah tangga kita jika kita berada dalam keadaan serba terbatas atau tidak kaya?

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Cepat Kaya Dengan Cara Mudah
Banyak cara yang harus dilakukan jika kita menginginkan keuangan rumah tangga tetap berjalan dengan baik, tetap terpenuhinya segala kebutuhan rumah tangga meskipun kita tidak kaya raya, meskipun penghasilan yang kita dapatkan selalu minim. Bahkan dengan keuangan yang minim, kita bisa menjadi kaya dengan mudah dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tidak perlu dilakukan dalam menggunakan uang kita.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus dihindari dalam mengatur keuangan agar bisa cepat kaya atau paling tidak dapat menjaga stabilitas keuangan rumah tangga sekalipun dalam keadaan yang tidak memungkinkan atau bisa membantu kita untuk jangka panjang:

1. Berutang
Berutang bagi saya adalah menjadi momok yang sangat menakutkan, apapun alasannya sebisa-mungkin hindari utang piutang. Karena dengan berutang akan ada uang bahkan harta benda kita yang akan menjadi korban. Ketika kita berutang, maka setiap bulannya atau setiap periode tertentu keuangan kita akan terganggu karena adanya cicilan atau angsuran yang harus kita bayar setiap bulannya.Dan itu akan membuat salah satu kebutuhan rumah tangga terpangkas atau dikurangi karena masalah utang.

Namun berutang bisa menjadi berguna jika ada hal-hal yang bisa menutupi pembayaran utang tersebut tiap bulannya. Misalnya kita berutang atau pinjam uang ke bank untuk modal usaha membuka toko sembako, membuka bengkel sparepart atau variasi motor, membuka usaha kuliner atau cathering dan sebagainya yang sekiranya ada penghasilan lebih yang didapatkan dari usaha tersebut. Jangan berutang jika hanya membuka usaha yang prospek kedepannya kurang diminati oleh orang, misalnya membuka usaha playstation atau warnet, karena kedua usaha ini untuk zaman sekarang sudah kurang diminati karena sudah ada ponsel-ponsel pintar dengan berbagai permainan yang bisa dimainkan melalui ponsel tersebut.

2. Tidak Menabungan
Menabung bukan hanya sekedar untuk kebutuhan dimasa yang akan datang, tapi lebih menghargai hasil kerja yang kita lakukan selama ini. Sebagian dari orang-orang kaya yang kita lihat setiap hari dengan mengenakan baju yang rapi dan bermobil, mereka terbiasa dalam menyisihkan uang-uang mereka untuk di tabung atau disimpan, mereka sadar bahwa kebutuhan yang akan datang pasti lebih banyak jika dibandingkan hari ini dan mereka juga mampu menahan diri untuk tidak menggunakan uang tabungan atau uang simpanan yang mereka simpan karena sudah ada komitmen dari uang tabungan tersebut. Jadi, mulai dari sekarang cobalah untuk menabung, jika tidak bisa menabung di bank, menabunglah di rumah.

3. Membeli Tanpa Pertimbangan
Saat kita sedang belanja, terkadang kita sering lupa dengan kebutuhan utama kita. Bahkan apa yang akan kita beli dan sudah direncakan dari rumah menjadi gagal karena adanya produk-produk lain yang lebih menarik. Apalagi ada diskon besar. Pertimbangkan terlebih dulu, apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak. Jika memang kebutuhan utama bisa digantikan dengan produk yang lain, silahkan beli, jika tidak, belajar untuk menahan diri dalam membeli produk-produk yang tidak butuhkan.

4. Sering Membeli Makan Di Luar
Sebagai seorang istri, masaklah buat suamimu dan makan bersama sebelum suami berangkat kerja dan sertakan bekal makanan buatnya. Jika kamu seorang wanita karir, masaklah buat diri sendiri dan bawalah bekal makanan dari rumah. Hal ini dilakukan bukan masalah kamu memiliki banyak uang atau tidak ada waktu untuk melakukannya namun lebih pada untuk mengatur keuangan keluarga agar tetap bisa berhemat. Dengan tidak membeli makanan diluar, baik itu saat bekerja atau ada dirumah akan membuat keuangan keluarga jadi lebih hemat, makan diluar membutuhkan dana yang lebih banyak jika dibandingkan dengan memasak sendiri.

5. Malas Mencatat Pengeluaran
Hal ini sangat penting dilakukan untuk membantu meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, mencatat pengeluaran dapat membantu menghindari kehabisan uang sebelum akhir bulan. Mencatat pengeluaran dapat mengontrol keuangan kita. Just do it!

6. Tidak Memiliki Dana Darurat
Ini berbeda dengan menabung ya, meskipun konsepnya sama yaitu sama-sama sebagai uang cadangan atau uang untuk kebutuhan yang akan datang. Namun dana darurat lebih ditekankan untuk jangka pendek. Misalkan gaji kamu Rp 5 juta perbulan, Rp 2 juta untuk kebutuhan rumah tangga, Rp 1 juta untuk tabungan, Rp 500 ribu untuk kebutuhan sehari-hari dan Rp 500 ribu sebagai uang cadangan yang disimpan terpisah didalam dompet atau lemari. Jadi jika ada kebutuhan mendadak, kamu bisa menggunakan uang cadangan tersebut.

7. Tidak Mempunyai Rencana Keuangan yang Matang
Merencanakan keuangan secara matang dan baik dan membantu mencapai apa yang kita inginkan. Misalkan ingin membeli mobil dalam 2 tahuan kedepan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kita dengan mudah menghitung atau mengumpulkan dana yang dibutuhkan setiap bulannya. Tidak hanya itu dengan mempunyai perencanaan yang tepat bisa membantu kita lebih disiplin dalam menggunakan uang.

Itulah beberapa poin dalam mengatur keuangan keluarga atau rumah tangga, meski tujuan utama bukan cepat kaya, setidaknya ada kontrol yang tetap yang bisa dilakukan agar kita tidak bingung saat kita membutuhkan uang dimasa yang akan datang. Semoga bermanfaat.

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo